Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juli 2016

Bangku Kosong di Tepi Danau

Bangku Kosong di tepi Danau : dok, pribadi

Siang hari yang cerah berhiaskan awan putih
Angin semilir, menggoyangkan ilalang dan tumbuhan di sekitar

Bangku kosong di tepi danau hanya bisa menatap 
Saat angin yang sedang bergurau dengan dedaunan,
membuatnya melepaskan diri dari tangkainya

"Jangan bersedih!" Sapa dedaunan
"Jangan pernah menunggu, yang telah berlalu tidak akan pernah kembali" Bisik angin
Bangku kosong merasakan ada sesuatu yang menyentuhnya kala sehelai lagi daun jatuh dipangkuannya.

"Aku tidak lagi menunggu yang telah pergi ataupun yang berlalu, 
namun aku tetap di sini hanya untuk yang akan datang, bukan yang kembali" Sahut Bangku kosong yang kemudian mengembangkan senyumnya.


Dari kejauhan tampak sosok berjalan ke arah bangku kosong,
yang kelak akan memberinya tawa lebih lebar lagi.

Jumat, 19 Februari 2016

Secangkir Cokelat Panas

Kau pernah ada, mengisi hampir seluruh waktuku
Masih jelas teringat saat kau edarkan harum semerbakmu
Menjangkau seluruh insan yang tergoda
Mencium dan mentapmu hingga terpana

Kepulan asap yang menari-nari
Melenggak-lenggok bak bidadari
Tak sadarkah kau bahwa aku memendam rasa?
Ah.. biarlah pada secangkir cokelat panas ini kutinggalkan cerita


-pebe, 19 Februari 2016-